Abstract:
kecanduan sehingga meningkatkan durasi paparan layar dan berpotensi
menimbulkan Digital Eye Strain (DES). Mahasiswa kedokteran merupakan
kelompok dengan risiko tinggi akibat tingginya aktivitas akademik berbasis
digital. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kecanduan media sosial dengan
kejadian Digital Eye Strain pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 157 mahasiswa
angkatan 2022 yang dipilih menggunakan simple random sampling. Kecanduan
media sosial diukur menggunakan Bergen Social Media Addiction Scale
(BSMAS), sedangkan DES diukur menggunakan Computer Vision Symptom Scale
17 (CVSS17). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat
signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 38,9% responden berada pada kategori
kecanduan sedang, 33,8% tinggi, dan 27,4% rendah. Kejadian DES ditemukan
pada 41,4% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan
signifikan antara kecanduan media sosial dan kejadian DES (p = 0,000).
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecanduan media sosial
dengan kejadian Digital Eye Strain. Semakin tinggi tingkat kecanduan media
sosial, semakin besar risiko terjadinya DES.