Abstract:
Antigen D dalam sistem golongan darah Rhesus (Rh) merupakan antigen dengan
imunogenisitas tinggi dan memiliki peran penting dalam praktik transfusi darah
serta obstetri. Variasi molekuler pada gen RHD dapat menyebabkan ekspresi
antigen D yang lemah, dikenal sebagai fenotip Weak D. Perbedaan subtipe Weak
D memiliki implikasi klinis karena berpotensi memengaruhi klasifikasi RhD, risiko
alloimunisasi, dan pengambilan keputusan terapi. Namun, data mengenai
klasifikasi dan distribusi Weak D masih tersebar di berbagai penelitian dan belum
dirangkum secara komprehensif. Mengkaji klasifikasi serta distribusi subtipe Weak
D antigen pada berbagai populasi di dunia melalui metode literature review.
Penelitian non-eksperimental dengan desain literature review. Artikel ilmiah
diperoleh dari database PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, DOAJ, dan
GARUDA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diekstraksi meliputi
penulis, tahun publikasi, wilayah penelitian, jumlah sampel, metode pemeriksaan,
serta subtipe Weak D yang dilaporkan. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan
pendekatan sintesis naratif. Literatur menunjukkan bahwa distribusi subtipe Weak
D berbeda antar wilayah. Populasi Eropa didominasi Weak D tipe 1, 2, dan 3;
populasi Afrika banyak melaporkan Weak D tipe 4; sementara populasi Asia
menunjukkan distribusi heterogen dengan dominasi tipe tertentu seperti Weak D
tipe 15 pada beberapa negara. Variasi metode pemeriksaan, terutama penggunaan
genotiping RHD, meningkatkan akurasi identifikasi subtipe dibandingkan serologi
saja. Distribusi Weak D antigen bersifat spesifik-populasi dan dipengaruhi faktor
genetik serta etnis. Pemeriksaan molekuler berperan penting dalam klasifikasi yang
lebih akurat dan mendukung manajemen klinis yang tepat dalam transfusi darah
dan obstetri