| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis pada anak yang
sering disertai komorbiditas, yang dapat memengaruhi perkembangan, kualitas
hidup, serta luaran klinis pasien. Usia awitan epilepsi diduga berperan penting
terhadap munculnya komorbiditas, terutama pada periode perkembangan otak
yang masih imatur. Tujuan: Menganalisis hubungan antara usia awitan epilepsi
dengan kejadian komorbiditas pada pasien epilepsi anak. Metode: Penelitian
analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder
dari rekam medis pasien epilepsi anak di Rumah Sakit Umum Haji Medan periode
April–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih
dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden memiliki usia awitan
epilepsi <2 tahun (56 responden; 58,3%) dan sebagian besar mengalami
komorbiditas (61 responden; 63,5%). Pada kelompok usia awitan <2 tahun,
kejadian komorbiditas lebih tinggi dibandingkan kelompok usia awitan ≥2 tahun.
Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia
awitan epilepsi dengan kejadian komorbiditas (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara usia awitan epilepsi dengan kejadian
komorbiditas pada pasien epilepsi anak, di mana awitan epilepsi dini lebih sering
disertai komorbiditas. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan
pemantauan komorbiditas secara komprehensif pada anak dengan epilepsi. |
en_US |