Abstract:
Pendahuluan: Resistensi antimikroba merupakan masalah kesehatan dengan berbagai
dampak merugikan yang dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Data kematian
tahunan disebabkan resistensi antimikroba diperkirakan meningkat dari 1,14 juta pada
tahun 2021 menjadi 1,91 juta pada tahun 2050. Terdapat senyawa kimia yang bermanfaat
sebagai antiinflamasi, antipiretik, dan antimikroba yang ditemukan pada daun dadap serep
(Erythrina subumbrans). Senyawa kimia tersebut terdiri dari senyawa flavonoid, tanin,
saponin, alkaloid, terpenoid dan steroid. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas ekstrak
daun dadap serep (Erythrina subumbrans) sebagai penghambat aktivitas pertumbuhan
bakteri Streptococcus pneumoniae. Metode: penelitian ini menggunakan metode true
experimental design. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut
etanol 96%. Teknik yang digunakan untuk mengukur aktivitas antimikroba adalah metode
difusi cakram dengan mengukur zona jernih dengan konsentrasi ekstrak daun dadap serep
5%, 10%, 15%, 20%. Hasil: ekstrak daun dadap serep konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%
menghasilkan zona hambat berturut-turut sebesar 8,2 mm, 9,76 mm, 10,26 mm dan 11,06
mm. Kesimpulan: konsentrasi ekstrak daun dadap serep 20% memiliki zona hambat paling
besar terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae. Hasil uji One Way ANOVA
didapatkan hasil p<0,05 bermakna ekstrak daun dadap serep berpengaruh dalam daya
hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae.