Abstract:
Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular dengan
angka kesakitan dan kematian yang tinggi secara global. WHO melaporkan sekitar
10,8 juta kasus baru dan 1,25 juta kematian pada tahun 2023. Indonesia menempati
peringkat kedua dengan 1,09 juta kasus TB dan 125.000 kematian, termasuk
Provinsi Sumatera Utara yang menjadi salah satu wilayah dengan beban kasus
tinggi. Mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki
pengetahuan dan perilaku pencegahan TB paru yang baik. Namun, tingkat
penerapannya dapat bervariasi terutama pada mahasiswa tahap awal pendidikan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan
perilaku mahasiswa kedokteran angkatan 2024 terhadap upaya pencegahan TB paru
di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan
pendekatan cross-sectional pada 156 mahasiswa yang dipilih melalui total
sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas
dan reliabilitas. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji korelasi
Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik
(94,2%), perilaku baik (65,4%), dan upaya pencegahan baik (59,6%). Namun, hasil
uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara
pengetahuan dengan upaya pencegahan TB paru (p = 0,814; r = 0,019) maupun
antara perilaku dengan upaya pencegahan TB paru (p = 0,466; r = 0,059).
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan perilaku
mahasiswa kedokteran angkatan 2024 tidak berhubungan signifikan dengan upaya
pencegahan TB paru. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan
kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti persepsi risiko, kebiasaan,
motivasi pribadi, dan dukungan lingkungan.