Abstract:
Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan masalah kesehatan mental yang
sering terjadi pada ibu setelah persalinan dan dapat berdampak negatif terhadap ibu,
bayi, serta keluarga. Maternal self-efficacy diketahui berperan sebagai faktor
protektif terhadap depresi postpartum, namun pengaruhnya dapat berbeda
berdasarkan status kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
status kelahiran sebagai moderator pengaruh maternal self-efficacy terhadap risiko
depresi postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik
dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian adalah 100 ibu postpartum
yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Maternal self-efficacy
diukur menggunakan kuesioner Perceived Maternal Parenting Self-efficacy (PMP SE), sedangkan risiko depresi postpartum diukur menggunakan Edinburgh
Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data meliputi uji Chi-Square dan
regresi logistik untuk menilai efek moderasi. Hasil: Terdapat hubungan yang
signifikan antara maternal self-efficacy dan risiko depresi postpartum (p < 0,001),
serta perbedaan risiko depresi postpartum berdasarkan status kelahiran (p < 0,001).
Namun, hasil regresi logistik menunjukkan bahwa status kelahiran tidak berperan
sebagai variabel moderator dalam hubungan antara maternal self-efficacy dan risiko
depresi postpartum (p > 0,05). Kesimpulan: Maternal self-efficacy berpengaruh
signifikan terhadap risiko depresi postpartum secara independen, baik pada ibu
primipara maupun multipara. Upaya pencegahan depresi postpartum perlu
difokuskan pada peningkatan maternal self-efficacy sejak masa kehamilan tanpa
membedakan status kelahiran.