| dc.description.abstract |
Latar Belakang : Dismenore primer merupakan nyeri haid yang sering dialami
perempuan usia reproduktif tanpa adanya kelainan organik pada sistem reproduksi.
Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kejadian dismenore adalah
konsumsi kopi yang mengandung kafein, karena efek vasokonstriksi dan stimulasi
kontraksi otot polos uterus. Menurut data yang dirilis oleh World Health
Organization (WHO) prevalensi melebihi 50% di hampir setiap negara. Di
Indonesia, jumlah kasus dismenore cukup terbilang tinggi, yaitu berkisar antara 60
hingga 70%. Dari total tersebut, sekitar 54,89% tergolong sebagai dismenore tipe
primer. Tujuan : Mengetahui hubungan antara kejadian dismenore primer dengan
kebiasaan minum kopi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode : Penelitian ini adalah penelitian
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 70
mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria
inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dismenore
menggunakan Faces Pain Scale dan kuesioner Food Frequency Questionnaire
(FFQ) untuk kebiasaan minum kopi. Hasil : Berdasarkan analisis data univariat
menunjukkan mayoritas responden berusia 21 tahun (58,6%) dan mengalami
dismenore ringan (52,9%). Kebiasaan minum kopi terbanyak pada kategori 1–3 kali
per minggu (57,1%). Hasil uji Fisher’s menunjukkan nilai p = 0,657 (p > 0,05),
yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara kejadiaan dismenore primer
dengan kebiasaan minum kopi. Kesimpulan : Kejadian dismenore primer tidak
berhubungan dengan kebiasaan minum kopi mahasiswi Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. |
en_US |