Research Repository

PERBANDINGAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) DENGAN VITAMIN C MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

Show simple item record

dc.contributor.author AISYAH, NURUL
dc.date.accessioned 2026-03-06T03:51:44Z
dc.date.available 2026-03-06T03:51:44Z
dc.date.issued 2025-12-11
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30216
dc.description.abstract Pendahuluan: Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat memicu stres oksidatif ketika produksinya melebihi kapasitas sistem pertahanan tubuh. Kondisi ini dapat merusak komponen seluler dan berperan dalam proses terjadinya berbagai penyakit degeneratif, seperti penuaan dini, kanker, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan diperlukan untuk menetralkan radikal bebas sehingga mampu mencegah atau memperlambat kerusakan oksidatif. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dikenal sebagai tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan. Namun, tingkat efektivitasnya perlu dibandingkan dengan antioksidan standar seperti vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kumis kucing dengan vitamin C menggunakan metode DPPH. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dimulai dengan pembuatan ekstrak daun kumis kucing, larutan uji dengan konsentrasi 10– 50 ppm untuk ekstrak dan 1–5 ppm untuk vitamin C, serta pengukuran absorbansi larutan uji pada panjang gelombang 517 nm sebanyak tiga replikasi. Nilai IC50 diperoleh menggunakan analisis regresi linear, dan perbandingan antara kedua kelompok dilakukan dengan Independent Sample t-test. Hasil: Ekstrak daun kumis kucing memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 29,38 ppm; 33,39 ppm; dan 30,36 ppm. Vitamin C juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 1,31 ppm; 0,85 ppm; dan 0,15 ppm. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Kesimpulan: Vitamin C memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dibandingkan ekstrak metanol daun kumis kucing. en_US
dc.subject Antioksidan en_US
dc.subject DPPH en_US
dc.subject IC50 en_US
dc.subject Orthosiphon aristatus en_US
dc.subject Vitamin C en_US
dc.title PERBANDINGAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) DENGAN VITAMIN C MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) en_US
dc.title.alternative NURUL AISYAH en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account