Abstract:
dapat menyebabkan kerusakan hati melalui mekanisme stres oksidatif, inflamasi
kronik, dan disfungsi hepatosit. Daun Pirdot (Saurauia vulcani Korth.)
mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan anti inflamasi,
sehingga berpotensi sebagai agen hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pengaruh ekstrak Daun Pirdot (Saurauia vulcani Korth.) terhadap
gambaran histopatologi hati tikus Wistar yang diinduksi STZ. Metode: Penelitian
eksperimental laboratorik ini menggunakan 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi
menjadi lima kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (STZ 35 mg/kgBB),
perlakuan 1 (STZ + Metformin 50 mg/kgBB), perlakuan 2 (STZ + ekstrak Daun
Pirdot 250 mg/kgBB), dan perlakuan 3 (STZ + ekstrak Daun Pirdot 500 mg/kgBB).
Preparat histopatologi hati dinilai berdasarkan empat parameter yaitu nekrosis sel
hepatosit, degenerasi sel hepatosit, infiltrasi sel inflamasi, dan disrupsi arsitektur
sinusoid dengan skala ordinal menggunakan skoring 0-3. Analisis data
menggunakan uji alternatif Chi-Square yaitu Fisher’s Exact Test dengan p < 0,05
sebagai batas signifikansi. Hasil: Induksi STZ terbukti menimbulkan kerusakan
hati yang bermakna pada parameter degenerasi, inflamasi, dan disrupsi arsitektur
(p < 0,05), namun tidak pada nekrosis. Pemberian ekstrak Daun Pirdot
menunjukkan penurunan signifikan pada parameter inflamasi pada seluruh
kelompok perlakuan (p < 0,05), sedangkan perbaikan degenerasi dan disrupsi
arsitektur tampak tetapi tidak konsisten pada semua dosis. Dosis 500 mg/kgBB
memberikan kecenderungan perbaikan paling baik pada struktur hepatosit.
Kesimpulan: Ekstrak Daun Pirdot berpotensi memberikan efek hepatoprotektif
terutama melalui penurunan infiltrasi sel inflamasi pada hati tikus Wistar yang
diinduksi STZ, meskipun perbaikan struktur mikroskopis hepatosit masih terbatas.