| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Neuropati merupakan komplikasi mikrovaskular yang
paling sering pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang menyebabkan penurunan
kualitas hidup. Faktor seperti jenis kelamin, usia, durasi menderita DM,
penggunaan metformin dan kontrol gula darah dilaporkan dapat meningkat risiko
terjadinya neuropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejadian
gejala neuropati pada pasien DM tipe 2 di UPT Puskesmas Helvetia Kota Medan
dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah
sampel sebesar 93 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive
sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner Neuropathy Symptom Score
(NSS) dan data sekunder dari rekam medis pasien. Analisis data menggunakan
analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil:
Prevalensi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2 di UPT Puskesmas Helvetia
Kota Medan sebesar 89,2% dengan tingkat keparahan sedang (49,4%), berat
(43,4%), ringan (7,2%). Mayoritas yang mengalami kejadian ini adalah
Perempuan (67,5%), kelompok usia 56-65 tahun (50,6%) dan durasi DM ≥5 tahun
(54,2%). Sebanyak 80,7% penggguna metformin mengalami gejala neuropati
dengan dosis metformin 1000 mg (69,9%). Mayoritas responden (78,3%)
memiliki gula darah puasa yang terkontrol namun mengalami gejala neuropati.
Kesimpulan: Prevalensi gejala neuropati di Puskesmas Helvetia tinggi dengan
tingkat keparahan sedang hingga berat, terutama pada perempuan, usia 56-65
tahun, durasi mengalami DM ≥5 tahun, dan pengguna metformin. Skrining dini
dan monitoring kadar vitamin B12 diperlukan untuk mencegah kerusakan saraf
lebih lanjut. |
en_US |