| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Kota Medan
memaknai pernyataan Gubernur Sumatera Utara terkait wacana pergantian plat
kendaraan BL menjadi BK/BB serta faktor-faktor yang membentuk persepsi
tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
pengumpulan data melalui wawancara dengan masyarakat dari berbagai latar
belakang sosial dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi
masyarakat terbentuk melalui kombinasi pemahaman administratif, pengalaman
sosial, serta intensitas paparan informasi dari media massa dan media sosial.
Sebagian masyarakat menilai kebijakan tersebut sebagai langkah penataan
administrasi kendaraan dan peningkatan pendapatan pajak daerah, sementara
kelompok lainnya memandang pernyataan tersebut menimbulkan kebingungan
akibat minimnya sosialisasi dan kejelasan informasi resmi. Media massa,
khususnya media sosial, memiliki peran signifikan dalam membangun opini publik
melalui perbedaan framing pemberitaan, yang pada akhirnya memperkuat
keragaman persepsi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa strategi
komunikasi pemerintah yang jelas, terbuka, dan mudah dipahami menjadi elemen
krusial dalam membentuk pemahaman publik serta memengaruhi citra dan
penerimaan masyarakat terhadap kebijakan publik. |
en_US |