| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering
disertai nyeri kronis dan keterbatasan fungsi, sehingga berpotensi menimbulkan stres
psikologis. Tingkat keparahan OA diduga berhubungan dengan meningkatnya tingkat
stres pada pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional
dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 90 pasien osteoartritis lutut
yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Derajat osteoartritis ditentukan
berdasarkan gambaran radiologis Kellgren–Lawrence, sedangkan tingkat stres diukur
menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil:
Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (68,9%) dan berada pada rentang
usia 61–70 tahun (43,3%). Derajat osteoartritis terbanyak adalah derajat 2 (35,6%),
sedangkan tingkat stres terbanyak adalah stres sedang (62,2%). Hasil uji Spearman
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara derajat osteoartritis dengan
tingkat stres (p = 0,000) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,421). Kesimpulan:
Terdapat hubungan positif dan signifikan antara derajat osteoartritis dengan tingkat
stres pada pasien osteoartritis di RSU Haji Medan. Semakin berat derajat osteoartritis,
semakin tinggi tingkat stres yang dialami pasien. |
en_US |