| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Luka sayat merupakan salah satu jenis luka akut yang sering terjadi dan
memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serta mempercepat proses
penyembuhan. Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung enzim bromelin yang
memiliki aktivitas proteolitik, antiinflamasi, dan antimikroba sehingga berpotensi sebagai
alternatif bahan plester luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas plester luka
dari bonggol nanas terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus).
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Randomized
Controlled Trial (RCT) menggunakan rancangan pre-test and post-test control group. Sampel
terdiri dari 24 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif
(tanpa perlakuan), kontrol positif (povidone iodine), perlakuan 1 (plester bonggol nanas
konsentrasi 15%), dan perlakuan 2 (plester bonggol nanas konsentrasi 30%). Luka sayat dibuat
pada bagian punggung mencit dengan panjang 2,5 cm dan kedalaman 0,2 cm. Penilaian
penyembuhan luka dilakukan menggunakan Skala REEDA pada pretest, posttest minggu
pertama, dan posttest minggu kedua. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dan uji
Wilcoxon. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik
pada skor penyembuhan luka antara waktu pengamatan (p < 0,05). Nilai mean rank tertinggi
ditemukan pada pretest (2,92) dan mengalami penurunan pada posttest minggu pertama (1,94)
serta posttest minggu kedua (1,15). Kesimpulan: pemberian plester luka dari infusa bonggol
nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada
mencit (Mus musculus), dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi 30%. |
en_US |