| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak
menular yang angka kejadiannya terus mengalami peningkatan dan memiliki
keterkaitan kuat dengan obesitas sentral. Kondisi obesitas sentral tersebut dapat
dikenali melalui pengukuran lingkar pinggang, yang menggambarkan penumpukan
lemak viseral. Lemak viseral berperan penting dalam peroses patofisiologis yang
memicu peningkatan tekanan darah serta terjadinya resistensi
insulin. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain
cross-sectional. Sampel terdiri dari 90 orang civitas Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang dipilih menggunakan purposive
sampling. Lingkar pinggang diukur menggunakan pita ukur sesuai standar World
Health Organization, tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, dan
kadar gula darah puasa diperiksa menggunakan Glucometer Rapid test. Analisis
dilakukan menggunakan uji Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi
p<0,05. Hasil: Mayoritas subjek penelitian memiliki lingkar pinggang normal
(70%), tekanan darah normal (52,2%), dan kadar gula darah puasa normal (62,2%).
Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkar pinggang meiliki keterkaitan yang
signifikan dengan lingkar pinggang (p=0,006). Namun, tidak ditemukan hubungan
antara lingkar pinggang dengan kadar gula darah puasa
(p=0,304). Kesimpulan: Lingkar pinggang berhubungan secara signifikan dengan
tekanan darah, tetapi tidak berhubungan signifikan dengan kadar gula darah puasa
pada civitas Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera utara. |
en_US |