| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Kala I fase aktif persalinan merupakan tahap penting karena durasi
yang memanjang dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal;
oleh karena itu diperlukan upaya nonfarmakologis yang aman dan mudah
diterapkan, salah satunya melalui latihan fisik selama kehamilan. Tujuan:
Menganalisis hubungan antara jenis, durasi, dan frekuensi latihan fisik dengan
lama kala I fase aktif persalinan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain
cross sectional pada ibu bersalin yang menjalani persalinan normal di fasilitas
kesehatan tingkat satu di Kelurahan Tegal Sari II (Klinik Sehati) periode April–
Juni 2025, menggunakan data primer (wawancara/kuisioner) dan data sekunder
(partograf), serta dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Jumlah sampel 35
responden. Mayoritas mengalami lama kala I fase aktif normal (30 responden;
85,7%) dan sebagian memanjang (5 responden; 14,3%). Jenis latihan fisik
berhubungan signifikan dengan lama kala I fase aktif (p = 0,010), sedangkan
durasi (p = 0,855) dan frekuensi (p = 0,324) tidak berhubungan signifikan.
Penilaian total skor aktivitas fisik menunjukkan mayoritas responden kategori
kurang aktif (29 responden; 82,9%) dan cukup aktif (6 responden; 17,1%), tanpa
responden pada kategori tidak aktif maupun aktif, serta tidak terdapat hubungan
signifikan antara kategori total skor dengan lama kala I fase aktif (p = 0,561).
Kesimpulan: Jenis latihan fisik selama kehamilan berhubungan dengan lama kala
I fase aktif persalinan, sedangkan durasi, frekuensi, dan total skor aktivitas fisik
tidak menunjukkan hubungan bermakna; temuan ini mendukung pentingnya
edukasi pemilihan jenis latihan yang tepat dalam pelayanan kehamilan. |
en_US |