| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Osteoartritis genu adalah penyakit degeneratif sendi yang menyebabkan
nyeri kronis yang dapat menghambat aktivitas fisik, serta dapat mengurangi kualitas
hidup penderitanya. Pada penderita osteoartritis genu aktivitas fisik dapat
mempengaruhi derajat nyeri. Secara teoritis, menyatakan bahwa keterbatasan pada
fungsi fisik berhubungan dengan terjadinya kerusakan pada kartilago, perubahan pada
tulang subkondral, peradangan sinovial, serta adanya mekanisme nyeri perifer dan
sentral. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional yang dilakukan
di RSU Haji Medan dengan desain cross–sectional (potong lintang), dengan
menggunakan teknik sampling purposive, data primer menggunakan digali melalui
pengisian kuesioner domain fungsi fisik WOMAC (Western Ontario and McMaster
Universities Osteoartritis Index) dan derajat nyeri menggunakan NRS (Numeric Rating
Scale) pada 76 responden yang telah dipilih. Uji yang digunakan adalah uji korelasi
spearman dengan tujuan untuk menganalisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat aktivitas fisik ringan
(52,6%) dan aktivitas sedang (44,7%). Sedangkan, derajat nyeri yang dirasakan oleh
penderita osteoartritis genu mayoritas adalah sedang (52,6%). Analisis korelasi
spearman didapati nilai p-value <0,001 dan r = 0.497. Kesimpulan: Terdapat hubungan
yang signifikan antara aktivitas fisik dengan derajat nyeri yang dirasakan oleh penderita
osteoartritis genu, dengan kekuatan korelasi yang termasuk dalam kategori sedang dan
memiliki arah hubungan yang positif. |
en_US |