| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Tidur merupakan proses biologis penting yang berperan dalam
menjaga keseimbangan fungsi fisiologis dan psikologis. Masa remaja ditandai oleh
perubahan ritme sirkadian, peningkatan tuntutan akademik, serta penggunaan
gadget yang semakin intensif, sehingga meningkatkan risiko gangguan kualitas
tidur dan stres. Selain itu, lingkungan tidur yang tidak kondusif, seperti kebisingan,
pencahayaan berlebih, dan suhu ruangan yang tidak nyaman, juga dapat
mengganggu proses tidur dan memengaruhi kondisi psikologis remaja. Meskipun
kualitas tidur, penggunaan gadget, dan lingkungan tidur diduga berperan terhadap
stres, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan variasi. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur, penggunaan gadget, dan
lingkungan tidur dengan tingkat stres pada siswa SMP 8 Muhammadiyah Kota
Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 52 siswa kelas VII dan VIII yang
dipilih menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Kualitas
tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), penggunaan
gadget diukur dengan kuesioner penggunaan gadget, lingkungan tidur diukur
menggunakan kuesioner lingkungan tidur, dan tingkat stres diukur menggunakan
Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan
inferensial menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas
tidur yang buruk, penggunaan gadget berada pada kategori sedang, lingkungan
tidur cenderung tidak kondusif, serta tingkat stres didominasi oleh stres sedang.
Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna
antara kualitas tidur, penggunaan gadget, maupun lingkungan tidur dengan tingkat
stres pada siswa kelas VII dan VIII (p > 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini
menyimpulkan bahwa kualitas tidur, penggunaan gadget, dan lingkungan tidur
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada siswa SMP 8
Muhammadiyah Kota Medan. Stres pada remaja bersifat multifaktorial sehingga
memerlukan pendekatan yang komprehensif dalam upaya pencegahan dan
penanganannya. |
en_US |