| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan gangguan metabolik
kompleks yang melibatkan disfungsi multipel organ yang dikenal sebagai
egregious eleven, meliputi pankreas, hati, otot rangka, jaringan adiposa, saluran
cerna, ginjal, otak, sistem saraf, lambung, usus, dan sistem imun yang berkontribusi
terhadap terjadinya hiperglikemia kronik. Obesitas, baik secara umum yang diukur
melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) maupun secara sentral yang diukur melalui
lingkar pinggang (LP), diduga berperan dalam memperburuk kontrol glikemik yang
tercermin dari kadar Hemoglobin A1c (HbA1c). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dan IMT dengan kadar HbA1c pada
pasien DM tipe 2 di RSU Haji Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 48 pasien DM tipe
2 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran IMT dilakukan menggunakan
timbangan dan stadiometer, sedangkan lingkar pinggang diukur dengan meteran
fleksibel. Kadar HbA1c diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis bivariat
menggunakan uji korelasi Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan
regresi logistik ordinal. Hasil: Tidak terdapat hubungan signifikan antara lingkar
pinggang dengan HbA1c (r = −0,141; p = 0,339) maupun antara IMT dengan
HbA1c (r = 0,075; p = 0,611). Analisis multivariat menunjukkan bahwa IMT dan
lingkar pinggang secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kategori
HbA1c (p > 0,05). Kesimpulan: Indeks Massa Tubuh dan lingkar pinggang tidak
memiliki hubungan signifikan dengan kadar HbA1c pada pasien DM tipe 2. Kontrol
glikemik pada DM tipe 2 dipengaruhi oleh mekanisme patofisiologis yang
kompleks yang melibatkan berbagai organ, sehingga tidak hanya bergantung pada
parameter obesitas. |
en_US |