| dc.description.abstract |
Pendahuluan : Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Upaya pencegahan
melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang) merupakan
strategi penting dalam menekan angka kejadian DBD. Pengetahuan, sikap, dan
tindakan masyarakat diduga berperan dalam keberhasilan pencegahan, namun
hubungan ketiga faktor tersebut dengan kejadian DBD masih perlu dikaji lebih
lanjut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan 3M Plus dengan kejadian Demam
Berdarah Dengue di Kelurahan Pangkalan Masyhur Medan Johor. Metode :
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif dan
pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner
untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan 3M Plus, serta data rekam medik
untuk mengetahui kejadian DBD. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebagian besar responden memiliki
tingkat pengetahuan yang baik, sikap yang baik terhadap 3M Plus, dan tindakan 3M
Plus yang baik. Kejadian DBD ditemukan pada sebanyak 12 pada responden. Hasil
uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan (p = 0,421), sikap (p = 0,153), maupun tindakan 3M Plus (p = 0,179)
dengan kejadian DBD. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara pengetahuan, sikap, dan tindakan 3M Plus dengan kejadian Demam
Berdarah Dengue. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian DBD dipengaruhi oleh
faktor lain di luar perilaku individu, terutama faktor lingkungan. |
en_US |