| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Volume oksigen maksimal (VO2maks) merupakan kapabilitas
sistem kardiorespirasi untuk mengirimkan oksigen ke mitokondria otot, yang
berbanding lurus dengan tingkat stamina dan didapatkan dari aktivitas fisik.
Obesitas sentral, yang ditandai dengan adanya akumulasi lemak visceral yang
berlebihan dapat menyebabkan penurunan stamina, sehingga individu dengan
obesitas sentral cenderung memiliki nilai VO2maks yang lebih rendah. Nilai
VO2maks dapat ditentukan oleh kompisisi tubuh, seperti ukuran lingkar pinggang,
yang merupakan indikator obesitas sentral. Metode: Penelitian ini menggunakan
desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 54
responden pria dengan pekerjaan aktivitas fisik tinggi yang bekerja sebagai pekerja
konstruksi bangunan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pengukuran lingkar
pinggang dilakukan menggunakan pita ukur, sedangkan VO2maks dinilai
menggunakan uji jalan 6 menit. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji
korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebanyak 47 responden
(87%) memiliki lingkar pinggang kategori normal, serta 31 responden (57,4%)
memiliki nilai VO2maks kategori fair dan 16 responden (29,6%) memiliki nilai
VO2maks kategori average. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara ukuran lingkar pinggang dan VO2maks dengan nilai P = 0,000
(P<0,05) dan R = -0,658. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan
signifikan dengan arah korelasi negatif antara ukuran lingkar pinggang terhadap
nilai VO2maks. Hal ini menunjukkan semakin besar ukuran lingkar pinggang maka
semakin rendah nilai VO2maks, dan semakin kecil ukuran lingkar pinggang maka
semakin tinggi nilai VO2maks. |
en_US |