| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya ChatGPT,
telah banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa kedokteran sebagai media pencarian
informasi dalam pembelajaran. Dalam metode Problem-Based Learning (PBL),
pemanfaatan ChatGPT berpotensi mendukung pembelajaran mandiri, namun juga
dikhawatirkan memengaruhi nilai tutorial dan kemampuan berpikir kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan
ChatGPT dengan nilai tutorial PBL dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 42 mahasiswa yang dipilih
menggunakan teknik simple random sampling. Data pemanfaatan ChatGPT dan
kemampuan berpikir kritis dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan nilai tutorial
PBL diperoleh dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji korelasi
Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Tingkat pemanfaatan
ChatGPT pada mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi. Uji korelasi
Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pemanfaatan
ChatGPT dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa (p = 0,012; p <0,05),
namun terdapat nuji korelasi yang berbeda dimana terdapat hubungan yang tidak
bermakna antara pemanfaatan ChatGPT dengan nilai tutorial PBL (p = 0,109; p >
0,05) maupun. Kesimpulan: Pemanfaatan ChatGPT memiliki hubungan yang
signifikan dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, namun tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan nilai tutorial mahasiswa Fakultas Kedokteran dan
Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. |
en_US |