Abstract:
Pendahuluan: Interprofessional Education (IPE) merupakan pendekatan
pembelajaran yang dirancang untuk membekali mahasiswa kesehatan dengan
kemampuan kerja sama tim, komunikasi, serta pemahaman peran dan tanggung
jawab antarprofesi. Kesiapan mahasiswa menjadi faktor penting dalam
keberhasilan implementasi IPE. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai
perbedaan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran Interprofessional
Education (IPE). Metode: Penelitian ini merupakan analitik komparatif dengan
pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 138 mahasiswa yang
terdiri dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara, mahasiswa keperawatan STIKes Malahayati, dan mahasiswa farmasi
Universitas Tjut Nyak Dhien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
Readiness for Interprofessional Learning Scale (RIPLS). Analisis data dilakukan
secara univariat menggunakan uji Kruskal–Wallis untuk mengetahui perbedaan
kesiapan antarprogram studi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian
besar mahasiswa berada pada kategori siap mengikuti pembelajaran IPE (96,4%).
Komponen teamwork dan kolaborasi serta identitas profesi menunjukkan tingkat
kesiapan yang tinggi pada hampir seluruh responden. Namun, pada komponen
peran dan tanggung jawab masih ditemukan variasi kesiapan, dengan 60,9%
mahasiswa berada pada kategori siap, 23,2% cukup siap, dan 15,9% kurang siap.
Uji Kruskal–Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan kesiapan mahasiswa
yang bermakna secara statistik berdasarkan program studi (p = 0,155).
Kesimpulan: Mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan farmasi memiliki kesiapan
yang baik dalam mengikuti pembelajaran IPE. Penguatan pembelajaran terkait
peran dan tanggung jawab antarprofesi masih diperlukan untuk meningkatkan
efektivitas implementasi IPE.