| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berpotensi
menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Keberhasilan
pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat, namun perilaku
kepatuhan sering dipengaruhi oleh persepsi terhadap penyakit serta perspektif
budaya yang memengaruhi keputusan pasien dalam menjalani terapi. Tujuan:
Mengetahui hubungan antara persepsi terhadap penyakit dan perspektif budaya
dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Klinik Iman. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling.
Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen, yaitu Brief Illness Perception
Questionnaire (B-IPQ), Explanatory Model Interview Catalogue (EMIC) untuk
menilai perspektif budaya, dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8)
untuk mengukur kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan menggunakan uji
korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki persepsi tinggi
terhadap penyakit (40,6%) dan perspektif budaya kategori rendah (53,1%). Tingkat
kepatuhan didominasi kategori tinggi (40,6%). Hasil uji Spearman menunjukkan
adanya hubungan signifikan dan positif antara persepsi terhadap penyakit dengan
kepatuhan minum obat (r = 0,475; p = 0,006). Perspektif budaya juga memiliki
hubungan signifikan dengan kepatuhan (r = 0,433; p = 0,013), dengan kekuatan
hubungan pada kategori sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap penyakit dan perspektif budaya
dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Klinik Iman, dengan
kekuatan hubungan pada kategori sedang. |
en_US |