| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Cisplatin merupakan agen kemoterapi yang efektif namun
sering menimbulkan efek samping berupa gangguan pendengaran sensorineural
permanen akibat stres oksidatif dan kerusakan sel rambut koklea. N-acetylcysteine
(NAC), sebagai prekursor glutathione, berpotensi memberikan efek protektif
melalui mekanisme antioksidan. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas suplementasi N-acetylcysteine (NAC) dalam mencegah
atau mengurangi gangguan pendengaran akibat cisplatin. Metode: Tinjauan
sistematis ini disusun dan dilaporkan sesuai pedoman PRISMA 2020, dengan
protokol yang telah didaftarkan pada PROSPERO. Pencarian literatur dilakukan
pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar terhadap artikel teks lengkap
yang diterbitkan pada periode 2020–2025, dengan pencarian terakhir pada
Desember 2025. Studi yang diinklusi merupakan studi primer dengan desain in
vitro, in vivo, atau uji klinis manusia yang menilai efek NAC terhadap ototoksisitas
cisplatin. Sintesis data dilakukan secara deskriptif-naratif, dan penilaian risiko bias
menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Hasil:
Sebanyak empat studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari dua studi in vivo, satu
studi kombinasi in vitro dan in vivo, serta satu uji klinis non-randomized pada
manusia. Seluruh studi menunjukkan bahwa NAC memberikan efek protektif
terhadap gangguan pendengaran akibat cisplatin melalui penurunan stres oksidatif,
peningkatan cadangan glutathione, dan perlindungan terhadap sel rambut koklea.
Efektivitas NAC bervariasi tergantung dosis, waktu, dan rute pemberian.
Kesimpulan: Berdasarkan bukti yang tersedia, N-acetylcysteine berpotensisebagai
agen otoprotektif terhadap ototoksisitas akibat cisplatin. Namun, diperlukan uji
klinis terkontrol dengan desain terstandar untuk menentukan dosis optimal, waktu
pemberian yang paling efektif, serta keamanan jangka panjang NAC. |
en_US |