Abstract:
Latar Belakang: Stres merupakan respons fisiologis dan psikologis terhadap tuntutan
yang melebihi kemampuan individu dalam mengatasinya. Mahasiswa kedokteran termasuk
kelompok yang rentan mengalami stres, terutama saat menghadapi ujian blok, yang
berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis seperti tekanan darah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) angkatan
2025 pada ujian blok CMH. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa FK
UMSU angkatan 2025 yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat
stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan
tekanan darah sistolik dan diastolik diukur menggunakan sfigmomanometer digital.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji korelasi Spearman digunakan
untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan tekanan darah, dengan tingkat
signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
responden mengalami stres tinggi (35,7%). Rata-rata tekanan darah sistolik responden
adalah 125,41 ± 12,49 mmHg, sedangkan median tekanan darah diastolik adalah 84,50
mmHg. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara tingkat stres dengan tekanan darah sistolik (r = 0,101; p = 0,403) maupun tekanan
darah diastolik (r = 0,066; p = 0,585). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada mahasiswa FK UMSU angkatan
2025 saat menghadapi ujian blok CMH. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
dasar untuk pengembangan program manajemen stres bagi mahasiswa kedokteran guna
menjaga kesehatan fisik dan mental.