Abstract:
Latar Belakang : Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi dan sering
disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik dalam
jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping serta resistensi bakteri,
sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Teh hijau (Camellia
sinensis L.) mengandung katekin, terutama epigallocatechin-3-gallate (EGCG),
yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas teh hijau dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif true
eksperimental dengan pendekatan Posttest Only Control. Ekstrak teh hijau dibuat
dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Berikutnya dilakukan pembagian
konsentrasi menggunakan DMSO sebagai pelarut menjadi 3 konsentrasi yaitu 3%,
5%, dan 7%. Teknik yang digunakan untuk mengukur aktivitas antibakteri adalah
metode difusi cakram dengan mengukur zona hambat dengan konsentrasi ekstrak
3%, 5%, dan 7% serta melihat konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat
pertumbuhan P.acnes. Hasil penelitian : hasil menunjukkan bahwa ekstrak teh
hijau (Camellia sinensis L.) pada konsentrasi 3%, 5%, dan 7%, kontrol positif
(klindamisin), dengan uji non-parametrik Kruskal Wallis memperoleh nilai
(P=0,000) dimana (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan daya
hambat dari masing-masing kelompok. Selanjutnya dilakukan uji lanjutan
menggunakan Mann Whitney untuk perbandingan antar kelompok ekstrak dengan
kontrol positif yang diperoleh nilai (P=0,001) untuk perbandingan 3% dengan
kontrol positif, (P=0,031), perbandingan ekstrak 5% dengan kontrol positif
(P=0,031), perbandingan ekstrak 7% dengan kontrol positif yaitu (P=0,281).
Kesimpulan : Teh hijau (Camellia sinensis L.) memiliki efektivitas dalam
menghambat pertumbuhan P.acnes pada konsentrasi ekstrak 7% secara in vitro.