Abstract:
Latar belakang. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran
prostat jinak yang prevalensinya meningkat seiring pertambahan usia dan sering
menyebabkan Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS). Diabetes Mellitus (DM)
tipe 2 diketahui dapat memperberat keluhan LUTS melalui mekanisme neuropati
otonom, resistensi insulin, hiperinsulinemia, serta poliuria akibat glikosuria yang
dapat memengaruhi fungsi kandung kemih dan meningkatkan progresivitas BPH.
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan derajat LUTS
pada pasien BPH dengan dan tanpa Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Dr. Pirngadi
Kota Medan. Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik komparatif dengan
desain potong lintang (cross-sectional) yang melibatkan 62 pasien BPH, terdiri dari
31 pasien dengan DM tipe 2 dan 31 pasien tanpa DM tipe 2 yang dipilih
menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner
International Prostate Symptom Score (IPSS) dan rekam medis, kemudian
dianalisis menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov. Hasil. Pasien BPH dengan DM
tipe 2 lebih banyak mengalami LUTS derajat berat (80,6%), sedangkan pasien BPH
tanpa DM tipe 2 lebih banyak mengalami LUTS derajat sedang (83,9%). Terdapat
perbedaan bermakna antara kedua kelompok dengan nilai p < 0,001, menunjukkan
bahwa keberadaan DM tipe 2 berkaitan terhadap peningkatan derajat keparahan
LUTS pada pasien BPH. Kesimpulan. Pasien BPH dengan Diabetes Mellitus tipe
2 memiliki keluhan LUTS yang lebih berat dibandingkan pasien tanpa DM.