| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Taeniasis merupakan infeksi parasit akibat cacing pita genus Taenia yang
masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah endemik
seperti Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir, dengan risiko komplikasi serius
terutama pada infeksi Taenia solium. Penyakit ini berkaitan erat dengan kebiasaan
konsumsi daging yang tidak dimasak sempurna, sanitasi yang buruk, serta rendahnya
pengetahuan masyarakat mengenai penularan dan pencegahan taeniasis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai
taeniasis dengan angka kejadian taeniasis di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui
kuesioner, sedangkan kejadian taeniasis ditentukan melalui pemeriksaan feses
menggunakan metode direct smear. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
dengan uji Fisher Exact menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (78,2%) dan sebagian besar
tidak terinfeksi taeniasis (96,4%). Uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan yang
bermakna antara tingkat pengetahuan dan kejadian taeniasis dengan nilai p = 0,044 dan
odd ratio: 1.200. Kesimpulan: Responden dengan tingkat pengetahuan kurang memiliki
risiko lebih tinggi terinfeksi taeniasis dibandingkan responden dengan pengetahuan baik.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berperan penting
dalam pencegahan taeniasis, sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan yang
berkelanjutan untuk menurunkan angka kejadian taeniasis di masyarakat. |
en_US |