Abstract:
Pendahuluan: Amenore sekunder merupakan kelainan siklus haid yang ditandai
oleh terhentinya menstruasi selama minimal tiga bulan secara beruntun pada
perempuan yang sebelumnya memiliki pola haid reguler. Ketidakseimbangan
pada komposisi tubuh, misalnya peningkatan IMT serta ukuran lingkar perut,
berpotensi memengaruhi kadar hormon reproduksi dan memicu terjadinya
amenore sekunder. Tujuan: Riset ini dimaksudkan untuk menelaah keterkaitan
antara IMT dan lingkar perut terhadap kejadian amenore sekunder pada
perempuan dalam fase reproduktif. Metode: Pendekatan yang diterapkan
bersifat deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 78
responden perempuan usia reproduktif yang sesuai dengan kriteria inklusi dan
eksklusi di RS Bhayangkara Tingkat II Medan serta RSU Haji Medan pada
poliklinik Obgyn dan Penyakit Dalam dijadikan sampel. Pengumpulan data
dilaksanakan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta
wawancara terstruktur guna mengidentifikasi status menstruasi responden. Data
yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji
korelasi Spearman. Hasil: Ditemukan korelasi signifikan antara IMT dengan
amenore sekunder (p = 0,000) dan juga antara lingkar perut dengan amenore
sekunder (p = 0,000). Kesimpulan: Korelasi yang bermakna teridentifikasi
antara IMT serta lingkar perut terhadap kejadian amenore sekunder pada
perempuan usia reproduktif.