| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Berat badan lahir rendah masih menjadi permasalahan penting
dalam kesehatan ibu dan anak karena berhubungan dengan tingginya risiko
gangguan tumbuh kembang serta kematian pada periode neonatal. Kondisi usia
ibu yang tidak ideal dan anemia selama kehamilan diduga memengaruhi proses
pertumbuhan janin di dalam kandungan. Penurunan kadar hemoglobin pada ibu
hamil dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin sehingga berpotensi
menyebabkan BBLR. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan usia
ibu dan status anemia dengan kejadian BBLR di RSU. Haji Medan. Metode:
Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong
lintang secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis ibu yang melahirkan
pada periode 2023–2025 dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Sebanyak 45 subjek memenuhi kriteria penelitian. Pengolahan data dilakukan
melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil:
Mayoritas responden berada pada kelompok usia 20–35 tahun yaitu 55,6%,
sedangkan 44,4% termasuk usia berisiko. Seluruh ibu hamil pada sampel
mengalami anemia. Proporsi bayi dengan BBLR sebesar 2,2%. Analisis statistik
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dan Anemia
dengan kejadian BBLR (p = 1,000). Kesimpulan: Penelitian ini tidak menemukan
keterkaitan signifikan antara faktor usia ibu dengan kejadian BBLR, sementara
hubungan anemia terhadap BBLR belum dapat dievaluasi secara optimal.
Diperlukan studi lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar serta variasi
karakteristik responden. |
en_US |