| dc.description.abstract |
Latar Latar Belakang: Pasien post-stroke umumnya menghadapi berbagai
keterbatasan fisik dan fungsional setelah fase akut, seperti kelemahan anggota
gerak, gangguan bicara, dan penurunan fungsi kognitif, yang dapat menghambat
aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kemandirian
pasien, tetapi juga menimbulkan beban psikologis, salah satunya berupa gejala
depresi. Depresi pasca stroke merupakan komplikasi yang sering terjadi dan
diketahui dapat menghambat proses pemulihan fisik maupun kualitas hidup pasien
secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang
bersifat holistik untuk membantu mengurangi gejala depresi pada pasien post
stroke. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi mendengarkan dzikir dalam
mengurangi gejala depresi pada pasien post stroke di rawat jalan RSU Haji Medan.
Popoulasi: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post-stroke yang
menjalani rawat jalan di RSU Haji Medan dengan jumlah sampel penelitian 40
orang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan
pendekatan one group pretest-posttest design. Pengukuran gejala depresi dilakukan
menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) sebelum dan setelah
pemberian terapi mendengarkan dzikir, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pasien post stroke laki-laki
sebanyak 22 orang (55%) dan Perempuan sebanyak 18 orang (45%). Dengan
mayoritas kelompok usia 55-65 tahun. Hasil uji statistik Wilcoxon memperoleh
nilai Z sebesar −5,516 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Kesimpulan: Terapi
mendengarkan dzikir berpengaruh signifikan terhadap penurunan gejala depresi
pada pasien post stroke. |
en_US |