Abstract:
Pendahuluan: Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan
kemudahan bagi mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Namun, pemanfaatan
AI tanpa pemahaman yang memadai terkait etika akademik dapat meningkatkan
risiko terjadinya plagiarisme. Literasi AI yang baik diharapkan mampu menjadi
faktor protektif dalam mencegah perilaku plagiarisme, khususnya pada mahasiswa
kedokteran yang dituntut menjunjung tinggi integritas akademik. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi Artificial Intelligence terhadap
plagiarisme karya ilmiah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik dan metode cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 17 mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang dipilih menggunakan
teknik simple random sampling. Data literasi AI diperoleh melalui kuesioner AI
Literacy Questionnaire (AILQ), sedangkan data plagiarisme karya ilmiah diperoleh
dari hasil uji kemiripan (similarity index). Analisis data dilakukan menggunakan uji
korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi AI sedang
(58,8%) dan tingkat plagiarisme karya ilmiah sedang (70,6%). Analisis hubungan
antara literasi AI dan plagiarisme karya ilmiah menunjukkan adanya pengaruh yang
bermakna secara statistik dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai r=-0,799,
Semakin rendah tingkat literasi AI, semakin tinggi kecenderungan terjadinya
plagiarisme karya ilmiah. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara
literasi Artificial Intelligence terhadap plagiarisme karya ilmiah pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Peningkatan
literasi AI yang disertai pemahaman etika akademik diperlukan untuk menekan
risiko plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah.