Abstract:
Pengeringan padi merupakan tahap penting dalam penanganan pascapanen
untuk menurunkan kadar air gabah hingga mencapai standar aman penyimpanan
sebesar ≤14%, namun metode pengeringan tradisional menggunakan sinar matahari
masih memiliki keterbatasan seperti ketergantungan cuaca, waktu pengeringan
yang lama, dan kualitas hasil yang tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun sistem pemanas serta kontrol temperatur pada mesin
pengering padi yang terintegrasi dengan mesin penggiling padi. Metode yang
digunakan meliputi perancangan sistem pemanas menggunakan tubular heater
listrik 1000 Watt dengan rentang suhu 40–60°C, pengendalian suhu menggunakan
sensor NTC thermistor berbasis mikrokontroler, serta distribusi udara panas
menggunakan blower. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu
mempertahankan suhu pada setpoint 40°C, 50°C, dan 60°C dengan toleransi ±1°C.
Pengeringan 10 kg gabah dengan kadar air awal ±22% pada suhu 50°C
membutuhkan waktu 2,5 jam untuk mencapai kadar air 14%. Kesimpulannya,
sistem pemanas dan kontrol temperatur yang dirancang mampu meningkatkan
efisiensi pengeringan, mempercepat waktu proses, serta menghasilkan kualitas
gabah yang lebih baik dibandingkan metode tradisional, sehingga layak diterapkan
pada pengeringan padi skala kecil hingga menengah.