Abstract:
Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling
sering dialami oleh remaja dan mahasiswi, dengan prevalensi yang cukup tinggi di
Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi tingkat
keparahan dismenore adalah konsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSB), yaitu
minuman berpemanis yang dapat meningkatkan kadar prostaglandin melalui
mekanisme metabolik dan hormonal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan konsumsi SSB terhadap derajat dismenore pada mahasiswi
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2023.
Metode: Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan desain
cross-sectional yang melibatkan 92 responden yang dipilih menggunakan rumus
Slovin dari populasi 113 mahasiswi yang mengalami dismenore. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai
konsumsi SSB dan Verbal Multidimensional Scoring System (VMSS) untuk
menilai derajat dismenore. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square
dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Derajat dismenore terbanyak adalah derajat sedang
(45,1%), dan jenis SSB yang paling sering dikonsumsi adalah jus atau infused
water dengan tambahan gula atau madu (27,2%). Terdapat hubungan bermakna
antara konsumsi jus/infused water (p = 0,028) dan minuman pengganti elektrolit (p
= 0,048) terhadap derajat dismenore, sedangkan konsumsi soda, teh berpemanis,
kopi berpemanis, sirup, dan energy drink tidak menunjukkan hubungan bermakna
(p > 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara konsumsi jus/infused
water yang mengandung gula tambahan serta minuman pengganti elektrolit dengan
derajat dismenore pada mahasiswi FK UMSU Angkatan 2023.