| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Rinosinusitis kronik (RSK) merupakan peradangan mukosa
hidung dan sinus paranasal yang menetap selama lebih dari 12 minggu dan secara
signifikan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penggunaan bahan alam
seperti Jintan Hitam (Nigella sativa) mulai dikembangkan sebagai terapi
tambahan karena sifat anti-inflamasi dan imunomodulatornya.Tujuan: Untuk
mengetahui pengaruh irigasi hidung dengan ekstrak jintan hitam terhadap kualitas
hidup pasien rinosinusitis kronik yang dinilai melalui skor Sinonasal Outcome
Test 22 (SNOT-22) dan profil dipstick cairan cuci hidung. Metode: Penelitian ini
merupakan studi eksperimental dengan desain pre-post test control group design
pada 40 subjek yang dibagi menjadi kelompok intervensi (ekstrak jintan hitam)
dan kelompok kontrol (NaCl 0,9%). Parameter yang dinilai meliputi skor SNOT-
22 dan pemeriksaan dipstick (pH, nitrit, protein, dan leukosit esterase) sebelum
dan sesudah intervensi selama 14 hari. Hasil: Kelompok jintan hitam
menunjukkan penurunan skor SNOT-22 yang signifikan secara statistik
dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,000) dengan nilai mean rank masing masing 29,40 dan 11,60. Pada pemeriksaan dipstick, terdapat penurunan
prevalensi leukosit positif yang lebih tajam pada kelompok jintan hitam (dari 65%
menjadi 25%). Seluruh subjek penelitian menunjukkan hasil nitrit dan protein
negatif serta pH yang tetap berada dalam rentang fisiologis. Kesimpulan: Irigasi
hidung dengan ekstrak jintan hitam secara signifikan lebih efektif dalam
meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi inflamasi lokal pada pasien
rinosinusitis kronik dibandingkan irigasi NaCl 0,9% standar. |
en_US |