| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Akne vulgaris merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang
umum terjadi pada remaja dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun
psikologis, sehingga pengetahuan dan sikap remaja berperan penting dalam
pencegahannya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dengan 165 pelajar SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu yang dipilih
melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner
pengetahuan, sikap, dan keberadaan akne vulgaris, kemudian dianalisis
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun (76,4%)
dan berjenis kelamin perempuan (64,8%). Tingkat pengetahuan pelajar tentang
akne vulgaris sebagian besar berada pada kategori baik (66,7%), sedangkan sikap
pelajar terhadap akne vulgaris juga didominasi oleh kategori baik (58,8%).
Berdasarkan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,084 (p > 0,05) yang
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara
tingkat pengetahuan dengan sikap pelajar tentang akne vulgaris.Kesimpulan: Hal
ini menunjukkan bahwa meskipun pelajar sudah mengetahui cukup banyak
tentang akne vulgaris, pengetahuan tersebut tidak selalu diikuti dengan sikap yang
lebih baik. Sikap pelajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti
hormon, kebiasaan perawatan kulit, gaya hidup, dan lingkungan. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan saja belum cukup untuk
membentuk sikap yang optimal, sehingga diperlukan upaya lain seperti
pembiasaan perilaku hidup sehat dan perawatan kulit yang konsisten. |
en_US |