Abstract:
Pendahuluan: Anestesi spinal banyak digunakan karena efektif dan relatif aman,
namun durasi analgesia yang terbatas sering menyebabkan nyeri paskaoperasi dini
dan meningkatkan kebutuhan analgesia tambahan. Deksametason intravena
diketahui memiliki efek antiinflamasi dan analgesik yang berpotensi
memperpanjang durasi analgesia paskaoperasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektivitas pemberian deksametason intravena dalam
memperpanjang durasi analgesia serta pengaruhnya terhadap intensitas nyeri dan
kebutuhan rescue analgesia paskaoperasi pada pasien yang menjalani anestesi
spinal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasioanl yang
membandingkan dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang menerima
deksametason intravena dan kelompok kontrol yang tidak menerima deksametason
intravena, yang dilakukan pada 20 pasien yang menjalani operasi dengan anestesi
spinal di RSU Haji Medan. Data dikumpulkan selama 24 jam paskaoperasi meliputi
durasi analgesia, intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), serta
kebutuhan rescue analgesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whit ney dan Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Rerata durasi an algesia pada kelompok intervensi lebih panjang dibandingkan kelompok kontrol
(444 menit vs 155 menit) dan perbedaan ini bermakna secara statistik (p < 0,001).
Skor nyeri pada kelompok intervensi lebih rendah terutama pada jam ke-2 dan ke-
4 paskaoperasi (p < 0,05). Seluruh pasien pada kelompok intervensi tidak membu tuhkan rescue analgesia, sedangkan sebagian besar pasien pada kelompok kontrol
memerlukan analgesia tambahan (p < 0,001) dengan rata-rata durasi rescue anal gesia 1,80 jam. Kesimpulan: Pemberian deksametason intravena terbukti efektif
dalam memperpanjang durasi analgesia paskaoperasi, menurunkan intensitas nyeri
pada fase awal paskaoperasi, serta mengurangi kebutuhan rescue analgesia pada
pasien yang menjalani anestesi spinal.