| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Terapi hemodialisis dipilih sebagai terapi pengganti
fungsi ginjal yang paling umum digunakan dan perannya penting dalam
meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Disisi lain, hemodialisis juga dapat
menurunkan fungsi tubuh yang akan memberikan dampak terhadap penurunan
kualitas hidup pasien. Terapi hemodialisis dapat memberikan stresor fisiologis
dan psikologis, seperti nyeri, pembatasan cairan, rasa gatal, kelelahan, biaya
perawatan dan suasana hati yang tidak baik. Hal – hal tersebut mampu
memengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisis. Tujuan:
Mengetahui hubungan lama terapi dan tingkat kelelahan (fatigue) dengan kualitas
hidup pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional.
Seluruh data akan dikumpulkan pada satu waktu tanpa dilakukannya intervensi
terhadap subjek penelitian. Instrumen penelitian menggunakan KDQOL-36 dan
FSS yang dianalisis menggunakan uji spearman untuk analisis bivariat dan uji
regresi logistik ordinal untuk analisis multivariat. Hasil: Pasien penyakit ginjal
yang menjalani terapi hemodialisis selama >24 bulan sebanyak 28 orang (62,2%),
tingkat kelelahan berat 20 orang (44,4%), dan kualitas hidup sebagian besar
dalam kategori sedang 29 orang (64,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara
lama terapi dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisis,
terdapat juga hubungan antara tingkat kelelahan dengan kualitas hidup pasien
PGK yang menjalani terapi hemodialisis, serta lama terapi dan tingkat kelelahan
(fatigue) terbukti berpengaruh secara independen terhadap kualitas hidup pasien
PGK yang menjalani terapi hemodialisis. |
en_US |