Abstract:
Latar Belakang : Pengetahuan mengenai tanda-tanda kematian merupakan
kompetensi dasar yang penting dalam pendidikan kedokteran karena berperan
dalam praktik klinis, forensik, dan pengambilan keputusan medis. Tingkat
pengetahuan mahasiswa dapat berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, paparan
materi, serta faktor demografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perbandingan tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2022 dan 2024 dalam mengenali
tanda-tanda kematian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komperatif
dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 313 mahasiswa, terdiri dari 155
mahasiswa angkatan 2022 dan 158 mahasiswa Angakatan 2024, dipilih dengan
teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 10
pertanyaan mengenai tanda-tanda kematian, kemudia dianalisis secara univariat
dan bivariat menggunkan uji Mann-Whitney dan ANOVA. Hasil penelitian
menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara kedua
angkatan (p=0,000), dengan angkatan 2022 memiliki skor rata-rata lebih tinggi
(6,41) dibanding Angkatan 2024 (4,04). Selain itu, terdapat perbedaan yang
signifikan berdasarkan jenis kelamin, dimana perempuan memiliki tingkat
pengetahuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Namun, tidak ditemukan perbedaan
signifikan berdasarkan etnis (p=0,577). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor
jenjang pendidikan dan jenis kelamin berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan
mahasiswa mengenai tanda-tanda kematian, sedangkan etnis tidak berpengaruh.