| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan
mortalitas pada anak serta menjadi penyebab tersering rawat inap di rumah sakit.
Respons inflamasi pada pneumonia dapat tercermin melalui perubahan parameter
hematologi seperti jumlah leukosit, neutrofil, dan limfosit. Parameter tersebut
berpotensi digunakan sebagai indikator prognosis, salah satunya lama rawat inap
pasien anak pneumonia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) retrospektif.
Data diperoleh dari rekam medis pasien anak usia 1 bulan hingga 18 tahun yang
didiagnosis pneumonia dan dirawat inap di RSU Haji Medan pada periode 2020
2024. Jumlah sampel sebanyak 268 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Variabel independen meliputi jumlah leukosit, neutrofil, dan limfosit,
sedangkan variabel dependen adalah lama rawat inap. Analisis data dilakukan
menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Mayoritas
pasien anak pneumonia berusia <5 tahun (67,9%) dan berjenis kelamin laki-laki
(59,7%). Lama rawat inap terbanyak termasuk kategori cepat (≤5 hari) sebesar
79,1%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara jumlah leukosit dengan lama rawat inap (p=0,006), jumlah neutrofil dengan
lama rawat inap (p=0,031), serta jumlah limfosit dengan lama rawat inap (p=0,002).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit, neutrofil,
dan limfosit dengan lama rawat inap pasien anak pneumonia yang dirawat di RSU
Haji Medan pada tahun 2020–2024. Pasien dengan nilai hematologi yang abnormal
cenderung memiliki lama rawat inap yang lebih panjang. |
en_US |