Abstract:
Pendahuluan: Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit
kardiovaskular yang ditandai dengan peningkatan kadar Low Density Lipoprotein
(LDL). Terapi farmakologis seperti simvastatin efektif menurunkan LDL, namun
pengembangan agen hipolipidemik berbasis bahan alam terus dilakukan. Daun
sirsak (Annona muricata L.) mengandung flavonoid dan saponin yang berpotensi
menurunkan kadar lipid darah. Penelitian ini bertujuan membandingkan
efektivitas ekstrak daun sirsak dosis 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB dengan
simvastatin terhadap kadar LDL dan berat badan mencit putih jantan (Mus
musculus) yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode: Penelitian ini merupakan
studi eksperimental dengan desain pretest–posttest control group menggunakan
30 ekor mencit (25 subjek dan 5 cadangan) yang dibagi menjadi kelompok kontrol
negatif, kontrol positif (simvastatin 10 mg/kgBB), serta 3 kelompok perlakuan
ekstrak daun sirsak dosis 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Pengukuran kadar
LDL dan berat badan dilakukan pada fase homeostasis, fase patologis, dan fase
evaluasi farmakologis menggunakan alat Nesco Lipid Profile. Analisis data
meliputi uji Shapiro–Wilk, uji Levene, Repeated Measure ANOVA, dan One-Way
ANOVA dengan uji lanjut Tukey HSD. Hasil: Seluruh data berdistribusi normal
dan homogen (p>0,05). Induksi diet tinggi lemak meningkatkan kadar LDL dari
37,00 mg/dL menjadi 126,20 mg/dL serta berat badan hingga 32,80 g. Simvastatin
menurunkan kadar LDL paling signifikan hingga 45,20 mg/dL. Ekstrak daun
sirsak dosis 300 mg/kgBB menurunkan kadar LDL menjadi 82,40 mg/dL dan
lebih efektif dibandingkan dosis 200 mg/kgBB sebesar 100,40 mg/dL (p<0,001),
serta menghasilkan berat badan terendah sebesar 28,60 g. Kesimpulan: Ekstrak
daun sirsak menunjukkan efek hipolipidemik dengan menurunkan kadar LDL,
meskipun efektivitasnya belum setara dengan simvastatin.