| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Rinosinusitis kronik (RSK) merupakan inflamasi mukosa
hidung dan sinus paranasal dengan durasi gejala ≥12 minggu. Merokok diduga
berperan dalam patogenesis RSK melalui mekanisme stres oksidatif dan gangguan
fungsi mukosiliar. Biofilm bakteri diketahui berkontribusi pada kronisitas dan
resistensi pengobatan RSK. Namun, hubungan antara merokok dengan RSK
melalui analisis biofilm bakteri belum banyak diteliti. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan merokok dengan kejadian rinosinusitis
kronik melalui pendekatan deteksi biofilm bakteri. Metode: Penelitian
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel terdiri dari 36 pasien RSK yang memenuhi kriteria inklusi dari Poli THT
RSUD Drs. H. Amri Tambunan Lubuk Pakam dan RS Bhayangkara TK II Medan
pada periode Oktober–Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara,
swab nasofaring, dan pemeriksaan biofilm bakteri menggunakan metode tabung.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil: Sebanyak 55,6% sampel menunjukkan hasil biofilm bakteri positif.
Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara merokok dengan
kejadian RSK melalui biofilm bakteri (p-value = 0,019). Distribusi pasien RSK
tertinggi pada kelompok usia 25–34 tahun (27,8%) dan jenis kelamin perempuan
(58,3%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara merokok
dengan rinosinusitis kronik melalui analisis biofilm bakteri. Merokok diduga
meningkatkan risiko pembentukan biofilm bakteri yang dapat mempersulit
tatalaksana RSK. Edukasi penghentian merokok dan deteksi biofilm perlu
dipertimbangkan dalam penanganan RSK. |
en_US |