| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Prediabetes merupakan kondisi gangguan metabolisme glukosa
yang dapat berisiko menjadi diabetes melitus tipe 2. Kondisi ini mulai banyak
ditemukan pada kelompok usia remaja, terutama pada individu dengan riwayat
keluarga diabetes melitus. Indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik merupakan
faktor risiko yang berperan dalam terjadinya kondisi tersebut. Tujuan: Untuk
menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik
terhadap kejadian prediabetes pada siswa SMA dengan riwayat keluarga diabetes
melitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan
desain cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Swasta Harapan 3 Medan.
Sampel penelitian berjumlah 57 siswa kelas XI yang memiliki riwayat keluarga
diabetes melitus dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT
diperoleh melalui pengukuran antropometri, aktivitas fisik dinilai menggunakan
kuesioner International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF),
dan status prediabetes ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa darah
puasa. Analisis data menggunakan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test dengan
tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Prevalensi prediabetes pada responden sebesar
14,0%. Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dan
kejadian prediabetes, serta antara tingkat aktivitas fisik dan kejadian prediabetes (p
< 0,05). Pesponden dengan IMT tinggi dan aktivitas fisik ringan memiliki risiko
prediabetes yang lebih besar. Kesimpulan: Indeks massa tubuh dan aktivitas fisik
berhubungan secara signifikan dengan kejadian prediabetes pada siswa SMA
dengan riwayat keluarga diabetes melitus. |
en_US |