Abstract:
Pendahuluan: Acne vulgaris merupakan salah satu gangguan kulit yang sering
dialami oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran. Kondisi ini
dipengaruhi oleh aktivitas akademik yang padat dan rentang usia remaja akhir
hingga dewasa muda, yang merupakan faktor predisposisi terhadap kejadian Acne
vulgaris. Salah satu perilaku higiene yang dapat berpengaruh terhadap kejadian
Acne vulgaris adalah kebiasaan mencuci wajah. Tujuan: Mengetahui hubungan
antara kebiasaan mencuci wajah dengan kejadian Acne vulgaris pada mahasiswa
angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 156 sampel mahasiswa yang diperoleh melalui teknik
consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.
Kebiasaan mencuci wajah dinilai menggunakan kuesioner tertutup yang
dikembangkan oleh Kurniawati AR (2014), sedangkan kejadian Acne vulgaris
ditentukan berdasarkan observasi klinis langsung melalui inspeksi wajah oleh
dokter spesialis kulit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil:
Sebanyak 55,8% responden memiliki kebiasaan mencuci wajah yang baik dan
41,0% responden mengalami kejadian Acne vulgaris. Hasil uji Chi-Square
menunjukkan hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci wajah dengan
kejadian Acne vulgaris, nilai p = 0,012 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci wajah dengan kejadian Acne
vulgaris pada mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Kebiasaan mencuci wajah yang baik berpotensi
menurunkan risiko timbulnya kejadian Acne vulgaris. Selain itu, kebiasaan
mencuci wajah yang baik dapat berperan sebagai salah satu terapi non farmakologis dalam upaya pencegahan kejadian Acne vulgaris.