| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Kejang demam merupakan salah satu kegawatdaruratan neurologis
yang paling sering muncul pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan sering
menjadi alasan orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan. Penanganan awal
yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti hipoksia, aspirasi,
atau berkembangnya status epileptikus. Tenaga medis, yang meliputi dokter
umum, perawat, dan bidan, memegang peran penting sebagai responden pertama
dalam melakukan stabilisasi, penilaian klinis, serta pemberian intervensi
mengikuti pedoman yang berlaku. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan
yang memadai diperlukan untuk memastikan tatalaksana yang cepat, akurat, dan
sesuai standar. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat
pengetahuan dan keterampilan tenaga medis serta menganalisis hubungan
keduanya dalam tatalaksana kejang demam di RS Haji Medan. Metode:
Penelitian kuantitatif ini mempergunakan desain survei analitik dengan
pendekatan cross-sectional untuk menilai hubungan diantara tingkat pengetahuan
dan keterampilan tenaga medis dalam tatalaksana kejang demam. Studi ini
melibatkan 97 tenaga medis, terdiri dari dokter umum, perawat, dan bidan yang
memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan
kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan dan keterampilan. Data dianalisis
mempergunakan analisis univariat untuk distribusi karakteristik responden serta
analisis bivariat mempergunakan uji Spearman untuk melihat hubungan diantara
variabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Kesimpulan: kompetensi tenaga medis
dalam tatalaksana kejang demam ada di kategori baik, namun tingkat pendidikan
memengaruhi variasi kemampuan. Diperlukan pelatihan berkala untuk
meningkatkan dan menyetarakan kompetensi tenaga medis. |
en_US |