Abstract:
Pendahuluan: Hipertensi intradialisis merupakan salah satu kondisi yang sering
dialami pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis reguler
dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko morbiditas kardiovaskular.
Fluktuasi tekanan darah selama hemodialisis dipengaruhi oleh perubahan volume
cairan, aktivitas sistem saraf otonom serta faktor psikologis. Oleh karena itu,
diperlukan pendekatan non-farmakologis pendamping yang mudah diterapkan,
salah satunya melalui pemutara murottal Al-Qur‟an yang memiliki efek relaksasi
fisiologis dan psikologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Subjek penelitian
berjumlah 36 orang yang dipilih dengan convenience sampling. Setiap subjek
akan menjalani satu sesi hemodialisis tanpa murottal dan tiga sesi dengan
murottal. Tekanan darah sistolik dan diastolik akan diukur sebelum dan sesudah
hemodialisis. Analisis data dilakukan dengan uji t- berpasangan, wilcoxon
signed-rank test, repeated measure ANOVA dan friedman test sesuai distribusi
data. Hasil: Pemutaran murottal menunjukkan adanya perubahan tekanan darah
sistolik secara signifikan (p<0.05) pada sesi kedua (p=0.013) dan keempat
(p=0.015), namun tidak konsisten antar sesi dengan murottal (p>0.05). Tekanan
darah diastolik menunjukkan adanya perubahan secara signifikan (p<0.05) pada
sesi ketiga (p=0.046) dan keempat (p<0.001) serta pada antar sesi (p<0.001).
Perbandingan sesi tanpa dan dengan murottal tidak menunjukkan perbedaan yang
signifikan (p>0.05). Kesimpulan: Pemutaran murottal selama hemodialisis tidak
menunjukkan perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik yang bermakna
secara konsisten dibandingkan sesi tanpa murottal.