| dc.description.abstract |
Latar belakang : Indonesia beriklim tropis dengan paparan sinar matahari
sepanjang tahun yang mengadung radiasi ultraviolet (RUV) yang berpotensi
menimbulkan dampak negatif pada kulit, salah satunya sunburn. Kondisi sunburn
yang berulang dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Remaja, khususnya pelajar
SMA merupakan kelompok yang berisiko karena aktivitas luar ruangan yang tinggi
dan rendahnya kesadaran terhadap perlindungan kulit. Penggunaan sunscreen
dengan SPF minimal 30 direkomendasikan sebagai upaya pencegahan, namun
tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaanya pada remaja masih rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan
perilaku penggunaan sunscreen dengan kejadian pada pelajar SMA Negeri 2
Perbaungan. Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik
deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 196
pelajar di SMA Negeri 2 Perbaungan dengan menggunakan kuesioner. Uji analisis
yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil : Hasil uji menunjukkan bahwa
mayoritas pelajar memiliki tingkat pengetahuan tentang sunscreen tinggi(44,9%),
sementara mayoritas perilaku pelajar dalam penggunaan sunscreen termasuk
kedalam kategori sedang (40,3%), dan mayorits pelajar termasuk kedalam kategori
kejadian sunburn rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan
tentang susncreen dengan kejadian sunburn (p=0.001) dan terdapat hubungan yang
signifikan antara perilaku penggunaan sunscreen dengan kejadian sunburn
(p=0.001) pada pelajar di SMA Negeri 2 Perbaungan. KESIMPULAN : Hasil uji
Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan dengan kejadia sunburn serta antara perilaku penggunaan sunscreen
dengan kejadian sunburn. |
en_US |