| dc.description.abstract |
kebugaran jasmani, khususnya pada atlet remaja. Salah satu indikator kebugaran
kardiorespirasi adalah kapasitas VO₂ max, yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam
memanfaatkan oksigen secara maksimal saat beraktivitas. Intensitas aktivitas fisik yang
dilakukan secara rutin diduga memiliki hubungan erat dengan kapasitas VO₂ max.
Tujuan Penelitian: menganalisis hubungan antara intensitas aktivitas fisik berdasarkan
nilai Metabolic Equivalent of Task (MET) dengan kapasitas VO₂ max pada atlet remaja
usia 10–19 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Intensitas aktivitas fisik diukur menggunakan International
Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan dinyatakan dalam MET-menit/minggu.
Kapasitas VO₂ max diestimasi menggunakan Cooper 12-Minute Run Test. Analisis data
dilakukan secara bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar
responden berjenis kelamin laki-laki (63,6%) dan berada pada kelompok usia 13–19
tahun (63,6%). Mayoritas responden memiliki status gizi normal (59,1%). Intensitas
aktivitas fisik kategori tinggi ditemukan pada 13 responden (59,1%). Kapasitas VO₂ max
responden sebagian besar berada pada kategori sangat baik, yaitu sebanyak 10 orang
(45,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara
intensitas aktivitas fisik dan kapasitas VO₂ max dengan nilai koefisien korelasi Spearman
sebesar r = 0,464 dan p-value = 0,030 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
signifikan antara intensitas aktivitas fisik dan kapasitas VO₂ max pada atlet remaja usia
10–19 tahun. |
en_US |