Abstract:
Latar belakang: Faringitis berulang merupakan masalah klinis yang sering
terjadi dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien serta meningkatkan
penggunaan antibiotik. Upaya pencegahan non-antibiotik diperlukan, salah
satunya melalui pemberian probiotik oral yang berperan dalam menjaga
keseimbangan mikrobiota dan modulasi imunitas mukosa. Tujuan: Menilai
efektivitas probiotik oral terhadap frekuensi faringitis berulang, menggambarkan
distribusi frekuensi kejadian faringitis pada pasien yang menerima probiotik
dibandingkan kelompok kontrol, serta mengidentifikasi strain probiotik yang
paling banyak diteliti dalam pencegahan faringitis berulang. Metode: Penelitian
ini merupakan systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA.
Pencarian literatur menghasilkan 72 artikel pada tahap identifikasi awal. Setelah
proses screening dan penilaian kelayakan teks lengkap, diperoleh 5 artikel yang
memenuhi kriteria inklusi. Artikel terdiri dari studi randomized controlled trial
dan kohort prospektif. Sintesis data dilakukan secara naratif tanpa meta-analisis,
serta penilaian risiko bias menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil:
Tinjauan menunjukkan bahwa probiotik oral berhubungan dengan penurunan
frekuensi faringitis berulang dan distribusi kejadian yang lebih ringan
dibandingkan kelompok kontrol. Strain probiotik yang paling banyak diteliti dan
menunjukkan hasil paling konsisten adalah Streptococcus salivarius K12.
Kesimpulan: Probiotik oral berpotensi efektif sebagai strategi pencegahan
tambahan dalam menurunkan frekuensi dan memperbaiki pola klinis faringitis
berulang, terutama dengan pemilihan strain yang tepat.