| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah dengan sanitasi lingkungan yang
kurang baik dan kontak langsung dengan tanah. Kontaminasi tanah oleh telur STH
berperan penting dalam proses penularan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan kontaminasi telur STH pada tanah di Kecamatan Medan
Belawan Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.
Metode: observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 33 sampel
tanah diambil secara purposive sampling dari lokasi yang berisiko tinggi
terkontaminasi STH, terdiri dari 12 sampel dari Kecamatan Medan Belawan dan 21
sampel dari Kecamatan Percut Sei Tuan. Pemeriksaan sampel tanah dilakukan
menggunakan metode sentrifugasi flotasi magnesium sulfat. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil:
sebanyak 6 sampel tanah (18,2%) terkontaminasi telur STH. Jenis telur yang
ditemukan adalah Ascaris lumbricoides dan Hookworm masing-masing sebesar
9,1%, sedangkan telur Trichuris trichiura tidak ditemukan. Secara deskriptif,
kontaminasi tanah lebih tinggi di Kecamatan Medan Belawan (25%) dibandingkan
Kecamatan Percut Sei Tuan (14,3%), namun perbedaan tersebut tidak bermakna
secara statistik (p = 0,643). Rendahnya tingkat kontaminasi tanah kemungkinan
dipengaruhi oleh pelaksanaan program pemberian obat cacing secara rutin dan
kondisi lingkungan saat pengambilan sampel pada musim hujan. Kesimpulan:
Tidak terdapat perbedaan kontaminasi tanah oleh STH yang signifikan pada kedua
lokasi. |
en_US |